Wednesday, July 31, 2019

Writing Ielts Task 1 Academic

hay everyone..

nah, untuk postingan kali ini, saya akan sedikit memperlebar tentang bagaimana cara kerja atau sistem writing part 1 dalam ielts khusus akademik.

seperti yang sudah dijelaskan sepintas tentang IELTS writing Task 1 di postingan sebelumnya, di bagian ini, kita diharuskan untuk dapat menjabarkan suatu data yang diberikan. Data dapat berupa Line Graph, Table, Pie Chart, Bar Chart, Map, Process, Double Data atau bahkan Triple Data. Bentuk data tersebut dapat berdiri sendiri atau bahkan campuran (misal, dalam satu soal, bisa jadi terdapat Line Graph dan Pie Chart). Perlu diingat bahwa, tidak ada OPINI dalam penjabaran suatu data layaknya Task 2 dalam writing IELTS. ya nulis laporan hasil praktikum biologi aja ga boleh beropini kok. emang mo curhat?? hahahaha...

bagaimana sistem skoringnya? 

tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, ada Task Achivement, Lexical Resource, Grammar, dan Coherence and Cohesion. 

lalu bagaimana nih tips mengerjakannya.

pertama, secara struktur, terdapat 2 bagian yang dapat dilakukan dalam membuat 'laporan' ini, yaitu  introduction paragraph dan body paragraph(s). Dalam introduction, sangat dianjurkan untuk memulai kalimat dengan kalimat pembuka yang dapat diperoleh dari judul data yang tersedia, tentu saja di paraphrase dan kemudian dilanjutkan dengan point keseluruhan, atau overall. berapa banyak? 2 boleh, 3 juga silahkan. lebih dari itu terlalu berlebihan, sedangkan bila hanya 1 teramat sangat tidak mungkin.

My tutor in here said that beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memulai penjabaran analisis terhadap data yang ditampilkan adalah dengan melihat trend nya. apakah ada trend? bila ada bagaimana? apakah naik, turun, atau fluktuatif? setelah itu bisa juga menentukan mana point tertinggi dan terendah secara keseluruhan. Nah, semua itu bisa kita pertimbangkan sebagai bagian dari point keseluruhan. Di bagian ini, sangat tidak disarankan untuk menampilkan nilai dari data secara spesifik. 

contoh paraphrase :

judul : the charts give information about world spending and population
di paraphrase : the two given figures depict the information on global spending by population. 


Di body paragraph(s), penjabaran dapat dilakukan terhadap data-data yang ada. Tentu saja, alangkah lebih baik untuk mengelompokan faktor-faktornya atau trend-trendnya dalam beberapa bagian dan tiap kelompoknya berada dalam 1 paragraph yang sama (bila memang dapat ditemukan kelompok-kelompok trend itu.) 

satu hal yang perlu dihindari dalam membuat paragraf di Task 1 ini adalah Shopping List, sebuah istilah yang merujuk pada tindakan penyampaian seluruh data secara gamblang. Dalam writing IELTS, tindakan ini sangatlah tidak baik dan akan sangat menurunkan nilai dari tulisan kita. 

contoh :

Shopping List
compared to other, E stood at 50%, B at 25%, A and C had the same percentage by 45.

yang lebih enak :
compare to other, E(50%) is higher than A and C around 5%. B had the percentage in 25, almost doubled D. A and C had the same proportion in 45%.

kelihatan kan mana yang lebih indah di lihat?


nah satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah masalah TENSES!!!

bila dalam datanya tidak tercantum waktu, maka gunakan Present tense.
bila dalam datanya mencantumkan waktu lampau, maka gunakan Past tense (dan sejenisnya)
bila dalam datanya mencantumkan waktu masa depan, maka gunakan Future tense (dan sejenisnya)
bila dalam datanya mencantumkan masa lalu, sekarang, dan masa depan maka sesuaikan dengan waktunya dalam tiap penjabaran.

Dalam hal Future Data, hal ini bisa berupa estimasi atau ramalan (dalam analisis) dan sebagainya.






okey, sekian dulu untuk postingan kali ini... untuk contoh lebih mendalamnya, kita lanjutkan lain waktu. BYE!!!!

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Sunday, July 21, 2019

IELTS Writing Test Introduction

now, let's move on to the next step of IELTS test, honey...




IELTS WRITING TEST.



Sebelum beranjak ke pembahasan inti, perlu di ketahui dulu bahwa dalam IELTS, ada dua jenis test, General test dan Academic test. Hal ini perlu di perhatikan mengingat beberapa sistem dan tipe soalnya berbeda (yang akan dijelaskan lebih lanjut di kemudian hari), nah khususnya di bagian writing ini. 

secara umum, keduanya sama sama memiliki dua bagian, Part 1 dan 2. Part 2 dalam writing IELTS -baik General maupun Academic- keduanya sama, atau tipe soalnya sama. Yang berbeda dari keduanya terdapat di bagian part 1, dimana soal Part 1 pada General test biasanya diperintahkan untuk bagaimana membuat surat, tentu saja dalam hal ini surat resmi seperti surat dalam aktifitas perkantoran, surat perizinan dan sebagainya. Part 1 pada Academic test biasanya berhubungan dengan membuat tulisan dalam bentuk laporan (atau mendiskripsikan) satu data berupa Grafik, Chart (bar or Pie), Table, Cycle of something (animal, plant, Chemistry, and so on) minimal 150 kata.

untuk contoh soalnya akan kita bahas lain waktu.

Dalam part 2 IELTS, kita diperintahkan untuk membuat essay dalam beberapa paragraf (minimal 250 kata) sesuai dengan aturan kepenulisan berupa opini pribadi berdasarkan soal atau studi kasus yang diberikan. Tipe soal dapat berupa Diskusi tentang suatu topik, Untung-Rugi (advantage or disadvantage), setuju tidak setuju (agree or disagree), dan sebagainya. 

--------------------------------------------------------------------------------

saat ini saya sedang di pengujung minggu ke dua. Setiap harinya, latihan writing task 2 terus dilakukan. Untuk saat ini, perbaikan masih di seputar grammar.  Ini contoh hasil karya saya :


soal :

an increasing number of people are now using dating sites to find their spouses. to what extent do you agree or disagree?


Having someone to spend as a family for the rest of our life is one of a desirable purpose and more people believe that dating sites are quite helpful to achieve this desire. In my opinion, I disagree with this statement as relates to the higher chance of deception such as fake identity and hidden true personality.

First of all, it is common knowledge among people, especially those who are very active in social media that someone can easily fake his or her identity on the internet. Consequently, there will be a bigger chance for us to be fooled by the data of a person in the dating site, including their photos and gender information. For example, a young lady who lived in Europe decided to meet with a person she knew from the dating site, she was very shocked to the core by the fact that this man appearance was completely different from head to toe.

Furthermore, there will be a high possibility for someone we never know to hide his or her true intention and personality even though the background and physical figures information written in the dating site is true as it looks in real life. Thus, good people can be simply deceived by this faker and by that, it can lead to a dangerous situation. This can be seen in the tragic news I ever watch on tv about a woman who is abused and hospitalized by her over-protective boyfriend just because of a small miss-communication between them. Further research by the police reveals the fact that they met each other from a dating site.

In conclusion, it will be better to find our true love with someone we know better in order to prevent any dangerous situation such as fake background and personality.




yah, jelas masih banyak yang harus di perbaiki.. mari kita lihat beberapa minggu kedepan bagaimana perkembangannya.. hahahaha...

see you again!

bye!



#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Tuesday, July 16, 2019

IELTS SPEAKING TEST introduction

oy oy guys!



nice to see you (again, for those who become my hidden fans and love to read my posts in another blog. hahahaha)



okay, so, first things first, saya ingin sekali mengenal lebih dalam tentang IELTS inih, dan share kepada kalian apa saja yang sudah saya dapatkan. 



tapi sebelum lebih jauh beranjak ke pembahasan ini, ijinkanlah saya untuk menyampaikan sepatah dua patah kalimat sebagai pembuka, karena ini adalah tulisan pertama dalam blog IELTS Jurnal milik kuh... 











oke so, the purpose of this blog is to share to you guys pengalaman ku dalam menempuh pendidikan di lembaga English Studio, Pare. sebuah lembaga yang terkenal akan kekhususannya dalam melatih kita untuk berhasil dalam ujian IELTS.



There will be so many kinds of people with their own reason about why they want to learn deeply about IELTS or get a high score in their IELTS certificate, seperti untuk bekerja di perusahaan luar negeri, lanjut kuliah di luar negeri (it's mee, by the way.... hehehhe.. Ameeen yalohhh), and even mereka-mereka yang cuman ingin tahu saja. tanpa ada tujuan spesifik. (ada loh, sumpah....)

the point is, yeah, ini penting.. dengan alasan dan tujuan kami sendiri-sendiri...


so, let's move on to IELTS itself..





IELTS (The International English Language Testing System) adalah salah satu tes bahasa inggris resmi terstandar yang dilakukan oleh British Council, IDP: IELTS Australia and Cambridge Assessment English. 



didalamnya ada 4 bagian, yaitu Listening, writing, speaking, dan reading dengan score rentan 0 hingga tertinggi 9 masing-masing. keempatnya dirata-ratakan dan kemudian didapatlah skor keseluruhan (overall)...


ok, that's about IELTS, now I will bring you to the main reason for this post.




di English Studio, kita diwajibkan untuk me-review apa-apa yang sudah kita dapatkan di kelas dalam periode tertentu dalam suatu blog, sebagai syarat untuk ujian tiap hari ke-10.






oke,   kali ini saya akan sedikit membahas spesifik tentang Speaking Test di IELTS.









dalam Speaking Ielts, terdapat tiga bagian dalam satu rentang waktu tertentu, yaitu Speaking part 1, part 2, dan part 3. masing-masing part memiliki keunikan sendiri dalam bentuk pertanyaan yang diajukan dan sistemnya. 



mari kita mulai dari part 1.



dalam part 1 speaking ini, kita akan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang 'lebih ringan' untuk di jawab dan biasanya berhubungan dengan diri sendiri berdasarkan topik yang diberikan. terdapat kurang lebih 4 hingga 5 pertanyaan yang biasanya akan berlangsung selama 3 hingga 4 menit. so yeah, setidaknya 1 pertanyaan bisa di jawab selama kurang lebih 20 detik dengan beberapa kalimat. 



contoh soalnya gini nih :



topik : HEALTH



contoh soal : 


Is there any other kind of exercise you are interested in?

What do you normally do to stay healthy?

Do you ever play any sport?

Is there anything you’re particularly afraid of?




bisa di lihat kan? pertanyaan-pertanyaan pada part satu ini biasanya seputar diri kita sendiri, dan jawabannya pun tak perlu panjang lebar. 



masuk ke part II, dimana pada part ini, sistem pengerjaan soalnya berbeda. kita akan diberikan sebuah kartu berisikan pertanyaan-pertanyaan yang harus di jawab oleh kita.



pihak examiner akan memberikan kita waktu 1 menit untuk mempersiapkan diri dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat di kartu tersebut. dalam rentang waktu tersebut, akan disediakan kertas dan alat tulis untuk mempersiapkannya jawaban kita. 



setelah waktu satu menit berlalu, examiner akan mengambil kartunya dan kemudian kita akan diberikan waktu sekitar 2 menit untuk menjawab seluruh pertanyaan yang ada di kartu tersebut. di rentang waktu ini, examiner tidak akan memotong pembicaraan kita, melainkan akan terus membiarkan kita berbicara sampai waktu habis. 



mengingat kartu tidak dapat di baca, kita harus sudah yakin dapat menjawab segala pertanyaannya, mengingat kurang satu pertanyaan di jawab saja akan mendapat penalty yang cukup serius.  



contoh soalnya nih :



Describe something healthy you enjoy doing, you should say


What you do?
Where you do it?
Who you do it with?
Why you think doing it is healthy?



lumayan kan.... yah, anggap saja story telling.




nah, selanjutnya nih, Part III, yang seringkali pertanyaannya 'rada nyeleneh....' untuk sistem menjawabnya sih tak jauh beda dengan part I, hanya saja disini kita akan diajak dalam situasi 'diskusi' dimana kita disarankan untuk menjawab dengan detail pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. jumlah pertanyaan bisa berbeda-beda, 3, 4, atau bahkan 5 dengan rentan waktu sekitar 5 menit untuk seluruh part III. it mean, at least kita harus menjawab masing-masing pertanyaan selama 1 menit. joshhhhh!!!



contoh pertanyaan nya dengan topik yang sama dengan yang diatas :



What costs are involved when you are ill in your country?

In your experience are people too quick to take time off work when they are ill?

Do women pay more attention to their health than men?

Why do some people choose to lead unhealthy lives?







nangis darah?? silahkan aja, BUT THAT'S THE TRUTH!!!!



yah, pertanyaannya bukan tentang diri sendiri, tetapi lebih luas lagi, bahkan seringkali menyentuh suatu sudut pandang tertentu yang mengharuskan kita untuk menguliknya lebih dalam dengan pikiran kita.



lalu apa saja yang dinilai?



Fluency and Coherence (kelancaran dan koherensi)



lexical resource atau vocabulary range and accuracy (perbendaharaan kata)



grammatical range and accuracy (akurasi grammar)



dan terakhir Pronounciation (pelafalan).



keempatnya di nilai, diakumulasikan, kemudian di masukan kedalam bagian dari rerata keseluruhan skor. 









tambahan :



beberapa koreksian yang saya terima dari pengajar saya Mr. alif sehubungan dengan the way how I speak dalam beberapa hari pertama kelas kita adalah perbaiki pronounciation dari beberapa kata, mengurangi fillers, mengurangi dalam memperbaiki diri ketika berbicara, lebih flow atau tidak terlalu cepat, dan tentu saja, TENANG please....




that's it!


see you next time!!




#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris